Kamis, 22 September 2011

pigmen warna bulu burung

1.            Warna bulu burung berasal dari pigmen apa, dan pigmen apa yang menyusun kulitnya?
Warna bulu burung dihasilkan oleh butir pigmen, dengan difraksi dan refleksi cahaya oleh struktur bulu atau oleh pigmen dan struktur bulu. Pigmen pokok yang menimbulkan warna pada bulu adalah melanin dan karotenoid. Karotenoid sering disebut dengan lipokrom yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam metanol, eter atau karbon disulfida. Karotenoid terbagi menjadi 2, yaitu zooeritrin (animal red) dan zoosantin (animal yellow). Pigmen melanin terklarut dalam asam. Butir-butir eumelanin beraneka macam yaitu dari hitam sampai coklat gelap. Feomelanin yaitu hampir tanpa warna hingga coklat kemerahan.
Butir-butir melanin bulat di dekat ujung bulu luar memberikan efek ring Newton dan menyebabkan perubahan warna-warni bulu. Warna hijau, biru dan violet tidak dihasilkan oleh pigmen tetapi tergantung dari struktur bulu. Contohnya burung bluebird yang bulunya berwarna biru tetapi tidak mengandung pigmen warna biru. Warna ini ditimbulkan oleh pigmen kuning yang menyerap semua spektrum sinar kemudian dipantulkan kembali. Burung tropis pemakan pisang memiliki pigmen tembaga berupa turacoverdin yang mampu menghasilkan warna merah gelap dihasilkan oleh turacin (Sukiya 2003). Salah satu spesies burung pemakan pisang ini adalah Tauraco corythaix, mempunyai kuning telur berwarna merah terang yang ditimbulkan oleh karotenoid dan 60% dari pigmen merah yang disebut astasantin.
Meski warna bulu burung adalah genetis, namun dapat berubah akibat faktor internal maupun eksternal. Burung yang dikurung dalam waktu lama juga dapat berubah warna bulunya. Hal ini dapat disebabkan karena makanannya. Faktor internal yang mempengaruhi warna bulu adalah hormon. Spesies burung terdapat dimorfisme warna dalam seksual. Pengaturan hormon estrogen banyak berperan pada burung jantan, yaitu sebelum hingga awal pergantian bulu. Sedangkan pada burung betina kemungkinan diinduksi oleh bulu burung jantan dengan pengaturan testosteron.
Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi perubahan warna adalah oksidasi dan gesekan/abrasi. Warna yang ditimbulkan karoten dapat memudar karena sinar matahari.
Adapun pendapat lain adalah Menurut Esther del Val, dari National History Museum di Barcelona, Spanyol, karotenoid merah yang memberi warna merah pada bulu burung common crossbill (Loxia curvirostra) ternyata diproduksi di dalam hati, bukan di kulit seperti dugaan sebelumnya. Menurutnya, transformasi pigmen karotenoid terjadi langsung di dalam folikel pada masa pertumbuhan bulu. Del Val dan timnya adalah ilmuwan pertama yang bisa menunjukkan bahwa hatilah yang berperan penting dalam pewarnaan bulu, bukan kulit. Hati adalah pabrik utama sintesis karotenoid yang bertanggung jawab atas warna bulu burung.
Untuk kulitnya, burung mempunyai pigmen melanin seperti pada manusia. Sehingga warna kulitnya pun warna melanin, tetapi tergantung pada komposisi melanin itu sendiri.

2.            Bagaimana cara mempertahankan panas dalam tubuh, apabila tubuh dingin?
Dalam tubuh manusia, sistem integumen memiliki derivat-derivat epidermis dan dermis. Dalam derivat epidermis, ada yang dinamakan dengan kelenjar sebaseus (lemak). Kelenjar lemak ini berperan untuk menimbun lemak, cadangan lemak, seperti fungsi dari epidermis itu sendiri.
Ketika badan kita kehilangan panas, atau merasa dingin, badan kita akan berusaha melakukan proses pemanasan dengan membakar kalori dan lemak cadangan dalam tubuh dan proses menggigil adalah gejala perlawanan tubuh yang bisa dirasakan langsung. Menggigil adalah sebuah cara badan kita mengusir rasa dingin.
Untuk memenuhi kebutuhan proses pemanasan tadi, usahakan tubuh menerima asupan pangan yang cukup untuk dijadikan bahan bakar. Jangan biarkan perut kosong dan tidak terisi makanan. Hal ini akan memicu munculnya kandungan gas yang berlebih dalam tubuh dan daya bakar tubuh kita menurun.
Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh. Vasokontriksi terjadi karena rangsangan pada pusat simpatis hipotalamus posterior yaitu maksudnya adalah terjadinya rangsangan saraf simpatis yang dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Disamping itu, rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Hamper seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Umumnya, rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme.
Piloereksi yaitu rangsangan simpatis menyebabkan otot erektor pili yang melekat pada folikel rambut berdiri. Mekanisme ini tidak penting pada manusia, tetapi pada binatang tingkat rendah, berdirinya bulu ini akan berfungsi sebagai isolator panas terhadap lingkungan.
Peningkatan pembentukan panas. Pembentukan panas oleh sistem metabolisme meningkat melalui mekanisme menggigil, pembentukan panas akibat rangsangan simpatis, serta peningkatan sekresi tiroksin.

3.            Mengapa dengan pigmen kromatofora bunglon dapat berubah warna ?
Bunglon memiliki sel-sel warna di bawah permukaan kulitnya yang transparan. Di bawah lapisan ini terdapat dua lapisan sel yang mengandung pigmen berwarna merah dan kuning (juga disebut kromatofora). Di bawahnya lagi ada lapisan sel yang merefleksikan warna biru dan putih. Lalu di bawahnya lagi ada lapisan melanin untuk warna coklat (seperti yang dimiliki manusia). Ini semua sangat berhubungan sekali dengan pigmen kromatofora. Pigmen pada bunglon, sangat sensitive terhadap rangsanagn suhu, cahaya, emosi bunglon dan lain-lain. Pada saat otak bunglon mengirim pesan kepada kromatofora.
Pesan ini diterjemahkan sebagai perintah agar sel-sel kromatofora membesar atau menyusut. Akibatnya, pigmen-pigmen ini saling bercampur. Maka, sekujur tubuh bunglon pun bersinar aneka warna. Tergantung warna dominan di dekatnya. Warna-warna di sekeliling bunglon memancarkan cahaya. Cahaya ini ditangkap sel kromatofora yang amat sensitif dan memicu pergolakan pigmen-pigmen.
Perubahan warna kulit juga tergantung suasana hati bunglon. Saat murka, sekujur tubuh bunglon dapat tiba-tiba berubah menjadi merah atau oranye. Kondisi marah membuat semburan pigmen kuning memblokade lapisan di bawahnya. Proses ini terjadi dalam hitungan satu atau dua menit. Begitulah cara bunglon berubah warna kulit Tetapi yang perlu diketahui, bunglon tidaklah bisa berubah kulit ke semua warna, melainkan hanya ke warna-warna tertentu saja. Selain itu, bunglon juga tidak mengubah warna kulitnya sebagai respon terhadap musuh atau upaya kamuflase. Perubahan kulitnya terjadi sebagai respon atas suhu, cahaya dan juga mood atau emosinyanya.
Pada bunglon yang tenang, bisa saja warna yang nampak adalah warna hijau karena sel kuningnya tidak terlalu melebar sehingga masih bisa memantulkan sel biru dari bawahnya. Sementara pada bunglon yang marah bisa saja warna yang nampak adalah kuning, karena selnya melebar semua sehingga tidak menampakkan refleksi warna biru.

4.            Mengapa pada orang bule, jika kulitnya terkena matahari, tetap saja putih tidak hitam?
Karena warna kulit dipengaruhi oleh jumlah pigmen dan paparan sinar matahari. Jumlah pigmen atau zat pewar­na melanin ini berbeda‑beda untuk tiap je­nis ras manusia. Kulit ras Asia lebih kaya pigmen melanin dari para ras Eropa. Butir­-butir melanin kulit Asia yang disebut eumelanin ini, berukuran lebih besar dan sulit pecah atau luntur. Akibatnya, warna kulit kita mudah sekali berubah menjadi gelap ketika terpanggang sinar matahari. Sebaliknya, pigmen ras Eropa (disebut feomelanin) gampang sekali pecah. Hal ini menjadikannya kulit bule itu susah menja­di cokelat.



1 komentar:

  1. Referensi yang cukup bagus, terimakasih telah membantu..

    BalasHapus